Daftar isi
- Tulang yang Sehat Itu seperti Apa?
- Manfaat yang Didapat jika Memiliki Tulang yang Sehat
- Zat Gizi yang Terkandung pada Makanan untuk Kesehatan Tulang
- Apa Ada Cara Lain selain Mengonsumsi Makanan untuk Kesehatan Tulang?
- Bagaimana Jika Kesehatan Tulang Tidak Terjaga?
- Ayo Konsumsi Makanan untuk Kesehatan Tulang agar Terhindar dari Osteoporosis!
- Rekomendasi Sirka
Makanan untuk kesehatan tulang penting agar tulangmu selalu sehat. Banyak sekali manfaat yang didapatkan jika kamu memiliki tulang yang kuat dan sehat.
Apa definisi tulang yang sehat? Apa zat gizi yang berkaitan dengan kesehatan tulang dan makanannya? Apa risiko jika tulangmu tidak sehat? Apa ada cara lain untuk menjaga kesehatan tulang selain mengonsumsi makanan untuk kesehatan tulang? Yuk kita telusuri!
Tulang yang Sehat Itu seperti Apa?
Dikutip dari healthdirect, tulang yang sehat adalah tulang yang padat dan kuat, sehingga bisa membantu tubuhmu untuk bergerak.Manfaat yang Didapat jika Memiliki Tulang yang Sehat
Bukan tanpa alasan kamu harus mengonsumsi makanan untuk kesehatan tulang. Berikut manfaat yang akan kamu dapatkan jika memiliki tulang yang sehat.a. Dapat Bergerak dengan Leluasa
Tulang adalah bagian dari sistem gerak tubuh manusia selain otot, sendi, ligamen, rangka, dll. Dengan tulang yang sehat, kamu bisa memiliki bergerak dengan leluasa. Andaikan tulangmu tidak sehat, pergerakanmu akan dibatasi, sehingga kurang luwes dan tidak bisa menjalani olahraga tertentu, terutama yang identik dengan kontak fisik.b. Organ Dalam Terlindungi dengan Baik
Salah satu fungsi tulang adalah melindungi organ dalam seperti paru-paru dan jantung. Dengan tulang yang sehat, organ dalam tubuhmu akan terlindungi dengan baik. Ingat, kamu bisa melatih bagian luar tubuh seperti otot dan tulang, tetapi tidak dengan organ dalam.c. Mencegah Osteoporosis
Osteoporosis adalah kondisi dimana tulang seseorang menjadi rapuh dan lemah. Dikutip dari mayoclinic, mayoritas orang-orang mencapai puncak massa tulang saat berumur 30 tahun, setelah itu kamu akan kehilangan lebih banyak daripada bertambahnya massa tulang dari fase remodeling. Semakin sedikit massa tulang yang didapatkan saat puncak massa otot tercapai, semakin tinggi peluang terjadinya osteoporosis. Jadi, jangan lupa untuk menjaga kesehatan tulang agar terhindar dari osteoporosis ya!Zat Gizi yang Terkandung pada Makanan untuk Kesehatan Tulang
Makanan untuk kesehatan tulang harus memiliki kandungan zat gizi seperti energi, protein, kalsium, fosfat, vitamin A, vitamin D, dan vitamin K.a. Energi
Meski kalori/energi tidak berdampak secara langsung, tetapi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan kalori/energi karena kekurangan berat badan adalah salah satu faktor risiko osteoporosis. Apa obesitas justru membantu? Meski kepadatan tulang berbanding lurus dengan IMT, orang yang mengalami obesitas berisiko untuk mengidap keretakan pada kaki bagian atas dan engkel karena beratnya beban berat badan yang harus ditopang. Makanan berenergi tinggi yang dimakan sesuai kebutuhanmu adalah makanan untuk kesehatan tulang.b. Protein
Konsumsi protein dan kalsium yang cukup adalah hal yang esensial untuk kesehatan tulang. Bahkan, dianjurkan untuk mengonsumsi protein lebih dari kebutuhan harian untuk orang dewasa agar kecepatan berkurangnya kepadatan tulang mereka melambat. Sebagai catatan, konsumsi protein yang cukup juga harus dibarengi dengan pemenuhan asupan kalsium. Contoh sumber protein adalah daging ayam, telur, kacang, tahu, ikan dan tempe.c. Kalsium
Kalsium adalah zat gizi utama yang berfungsi untuk kesehatan tulang. Batas maksimal asupan kalsium untuk orang yang berumur 9-19 tahun adalah yang terbesar dibandingkan dengan kelompok umur lainnya. Informasi selengkapnya ada pada tabel di bawah ini.Tabel 1. Angka Kecukupan Kalsium untuk Anak-Anak
| Umur | Angka Kecukupan Kalsium (mg) |
| Newborn sampai 5 bulan | 200 |
| 6-11 bulan | 270 |
| 1-3 tahun | 650 |
| 4-6 tahun | 1000 |
| 7-9 tahun | 1000 |
Tabel 2. Angka Kecukupan Kalsium untuk Pria dan Wanita yang Berusia 10 Tahun ke Atas
| Kelompok Umur | Angka Kecukupan Kalsium (mg) | |
| Pria | Wanita | |
| 10-12 tahun | 1200 | 1200 |
| 13-15 tahun | 1200 | 1200 |
| 16-18 tahun | 1200 | 1200 |
| 19-29 tahun | 1000 | 1000 |
| 30-49 tahun | 1000 | 1000 |
| 50-64 tahun | 1200 | 1200 |
| 65-80 tahun | 1000 | 1200 |
| 80 tahun dan lebih tua | 1000 | 1200 |










