Daftar isi
- 1. Makanan Laut Tinggi Merkuri
- 2. Makanan Laut Mentah, Kurang Matang atau Terkontaminasi
- 3. Daging, Unggas dan Telur yang Kurang Matang
- 4. Olahan Susu yang Tidak Terpasteurisasi
- 5. Sayur dan Buah yang Tidak Dicuci
- 6. Kafein secara Berlebihan
- 7. Minuman Herbal dan Jamu-jamuan
- 8. Alkohol
- Jaga Makan dan Jangan Mengonsumsi Pantangan Makanan Ibu Hamil demi Kehamilan yang Sehat!
- Rekomendasi Sirka
Sebagai calon ibu, kita pasti selalu menginginkan yang terbaik bagi buah hati kita, termasuk soal makanan. Semua makanan dan minuman yang ibu konsumsi akan berpengaruh pula pada janin dalam kandungan. Lalu, apa saja pantangan makanan ibu hamil?
1. Makanan Laut Tinggi Merkuri
Makanan merupakan sumber makanan yang kaya protein dan omega-3 yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Sayangnya, beberapa jenis makanan laut sangat berpotensi mengandung merkuri dengan kadar yang berbahaya, sehingga termasuk dari pantangan makanan ibu hamil. Semakin besar ukuran ikan, biasanya semakin banyak pula kandungan merkuri di dalamnya. Beberapa makanan laut yang merupakan pantangan makanan ibu hamil menurut Food and Drug Administration (FDA) yaitu:- Bigeye tuna
- King mackerel
- Marlin
- Orange roughy
- Swordfish
- Hiu
- Tilefish
2. Makanan Laut Mentah, Kurang Matang atau Terkontaminasi
Tak hanya merkuri, makanan laut juga rentan terinfeksi bakteri atau virus berbahaya. Hindari mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang seperti sushi, sashimi, dan tiram mentah. Masak makanan laut dengan benar. Yaitu dengan cara memasak ikan hingga suhu internalnya minimal 63⁰ Celsius. Masak udang, lobster, dan scallop hingga dagingnya berwarna putih susu. Masak kerang, remis dan tiram hingga cangkangnya terbuka.3. Daging, Unggas dan Telur yang Kurang Matang
Selama hamil, risiko keracunan makanan karena bakteri meningkat. Respon tubuh juga biasanya akan lebih berat daripada ketika tidak hamil. Meskipun jarang terjadi, namun keracunan makanan juga dapat mempengaruhi bayi. Masak daging merah dan unggas hingga benar-benar matang. Masak telur hingga kuning dan putihnya mengeras. Telur mentah bisa terkontaminasi bakteri berbahaya. Hindari juga makanan atau saus yang terbuat dari telur mentah.4. Olahan Susu yang Tidak Terpasteurisasi
Hindari semua produk olahan susu yang tidak terpasteurisasi. Hindari konsumsi keju lunak seperti brie, feta, dan blue cheese, kecuali jika terdapat label hasil pasteurisasi atau dibuat dari susu pasteurisasi.5. Sayur dan Buah yang Tidak Dicuci
Cuci bersih buah dan sayuran mentah yang akan dikonsumsi untuk menghilangkan bakteri berbahaya. Hindari segala jenis kecambah atau tanaman rambat mentah (seperti semanggi, lobak, dan kacang hijau) yang mungkin mengandung bakteri penyebab penyakit. Pastikan untuk memasak segala jenis kecambah atau tanaman rambat dengan baik.6. Kafein secara Berlebihan
Hindari konsumsi kafein secara berlebihan. Kafein dalam makanan atau minuman yang boleh dikonsumsi maksimal sebesar 200 mg sehari selama kehamilan. Sebagai gambaran, rata-rata kafein yang terkandung dalam makanan dan minuman adalah sebagai berikut:- 1 sdt kopi instan: 80mg
- 1 shot kopi espresso: 145 mg
- 1 cangkir teh: 50 mg
- 375 ml cola dalam kaleng: 36,4 mg
- 250 ml minuman energi: 80 mg
- 100 gr coklat: 20 mg








