Apa Itu Kehamilan Berisiko Tinggi?
Kehamilan berisiko tinggi artinya, ibu atau bayi, lebih berisiko mengalami masalah kesehatan pada saat kehamilan, persalinan, maupun pasca persalinan. Oleh karena itu, ibu hamil berisiko tinggi, memerlukan pemeriksaan dan pemantauan yang lebih intens dibandingkan dengan kehamilan normal atau risiko rendah.Apa Saja Faktor Yang Dapat Menyebabkan Kehamilan Berisiko Tinggi?
Kehamilan dapat dikatakan berisiko tinggi karena beberapa faktor, antara lain:1. Usia
Ibu hamil yang berusia kurang dari 20 tahun atau yang lebih dari 35 tahun, memiliki risiko yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan mereka yang hamil di usia 20-35 tahun. Hal ini berhubungan dengan kondisi sel telur dan organ reproduksi seorang wanita. Kehamilan yang sehat sangat ditentukan oleh kualitas sel telur dan kondisi organ reproduksi wanita. Seiring dengan bertambahnya usia, kualitas sel telur dan kemampuan organ reproduksi akan menurun. Oleh karena itu, wanita yang hamil saat berusia lebih dari 35 tahun, memiliki risiko yang lebih besar mengalami komplikasi kehamilan.2. Riwayat Kesehatan
Riwayat kesehatan ibu sebelum hamil seperti tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes melitus, penyakit tiroid, penyakit jantung, autoimun, dan beberapa riwayat kesehatan lain, dapat meningkatkan risiko kehamilan ibu.3. Gaya Hidup
Gaya hidup yang tidak sehat juga dapat menyebabkan kehamilan berisiko tinggi, misalnya merokok, mengonsumsi alkohol, serta obat-obatan terlarang.4. Riwayat dan Komplikasi Kehamilan
Riwayat kehamilan sebelumnya dan adanya komplikasi pada kehamilan yang sekarang, juga dapat menyebabkan kehamilan berisiko tinggi, termasuk diantaranya yaitu:- Hamil kembar
- Riwayat prematur
- Riwayat preeklamsia
- Riwayat keguguran
- Riwayat kelainan genetik
- Kelainan plasenta
- Gangguan pertumbuhan janin
- Perbedaan rhesus darah ibu dan bayi
Apa Saja Komplikasi Yang Dapat Terjadi Pada Kehamilan Berisiko Tinggi?
Kehamilan berisiko tinggi dapat berpotensi membahayakan ibu atau janin di dalam kandungannya. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi diantaranya:- Preeklampsia (tekanan darah tinggi saat hamil diserta dengan kegagalan organ)
- Eklamsia (kejang karena kehamilan)
- Persalinan prematur
- Operasi sesar
- Perdarahan hebat saat atau pasca persalinan
- Berat badan bayi kurang atau lebih
- Kelainan bawaan
- Keguguran
- Bayi lahir mati
- Perawatan intensif bagi ibu atau bayi baru lahir
