Daftar isi
Kualitas tidur adalah tolak ukur seberapa baik pola tidur yang kita miliki. Seperti yang kita ketahui, tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, sama halnya kita membutuhkan makan setiap hari.
Sering kita dengar kalau rekomendasi durasi tidur untuk orang dewasa adalah 6-8 jam setiap harinya. Tetapi, tidur yang cukup belum tentu menghasilkan tidur yang berkualitas.
Apa saja Indikator Kualitas Tidur?
Dilansir dari National Sleep Foundation, terdapat empat indikator untuk menilai kualitas tidur kita, yaitu:1. Latensi Tidur
Latensi tidur adalah waktu yang dibutuhkan oleh seseorang untuk tertidur setelah ia sudah dalam kondisi siap untuk tidur. Contohnya, sudah dalam keadaan berbaring di kasur atau sudah mematikan lampu kamar. Latensi tidur dikatakan baik apabila kamu dapat tertidur setidaknya tidak lebih dari 30 menit.2. Frekuensi Terbangun
Seberapa sering kamu terbangun di malam hari juga memengaruhi kualitas tidur. Salah satu contohnya adalah terbangun karena mimpi buruk di jam 12 malam atau tiba-tiba ada dorongan untuk buang air kecil di dini hari. Selama tidak terbangun lebih dari sekali, maka tidurmu dapat tetap nyenyak sepanjang malam.3. Durasi Terjaga
Durasi yang dimaksud adalah seberapa lama kamu terjaga setelah terbangun di tengah-tengah waktu tidur untuk dapat tidur kembali. Biasanya, kita tidak membutuhkan waktu lebih dari 20 menit untuk tertidur lagi. Namun, apabila memang waktu yang diperlukan untuk melanjutkan tidur lebih lama, tentunya hal ini akan mempengaruhi kualitas tidur. Kok, bisa begitu? Karena waktu tidur kita terpotong. Semakin lama terjaga, semakin lama pula rasa kantuk akan terbentuk kembali.4. Efisiensi Tidur
Efisiensi tidur adalah total waktu yang kamu habiskan untuk tidur. Jika kamu tertidur nyenyak pada jam 10 malam dan terbangun di jam 6 pagi, maka efisiensi tidur yang kamu miliki sebesar 100% (kualitas tidur yang paling baik). Tetapi, apabila kamu sulit tidur, terbangun sekali atau dua kali, maka total jam tidurmu akan berkurang. Efisiensi tidur yang baik berada pada persentase 85%-100%. Keempat hal tersebut menjadi tanda apakah tidur kita sudah berkualitas atau belum. Ketika kita sudah berbaring di kasur tapi tetap tidak mengantuk sampai sejam atau terbangun berkali-kali di malam hari, bisa jadi kita malah lebih lelah untuk beraktivitas di keesokan harinya. Tidur yang tidak berkualitas juga dapat memengaruhi kondisi psikis kita, mengakibatkan hormon tubuh menjadi tidak seimbang, atau bahkan menambah stres.Bagaimana Cara Meningkatkan Kualitas Tidur?
1. Mengurangi Paparan Bluelight atau Sinar Biru saat Mendekati Malam Hari
Bluelight atau sinar biru pada gadget dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan untuk mendapatkan tidur yang nyenyak. Orang-orang yang biasanya menggunakan gadget sebelum tidur biasanya terjaga lebih lama, merasa lelah di pagi hari, bahkan mengantuk di pagi atau siang harinya. Kalau kamu suka membaca e-book melalui HP atau tablet, disarankan untuk mengurangi kebiasaan tersebut demi kualitas tidur yang lebih baik.2. Menghindari Konsumsi Kafein
Tahukah teman-teman kalau waktu kerja kafein di dalam tubuh setelah dikonsumsi adalah 6-8 jam? Kafein dapat menghambat fungsi kerja hormon adenosin dan melatonin yang berperan dalam meningkatkan kualitas tidur. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan untuk tidur, terutama bagi orang-orang yang memiliki sensitivitas kafein tinggi apabila mengonsumsi minuman atau makanan tinggi kafein setelah jam 3 sore. Mayoritas orang tahu jika sumber kafein biasanya ada pada kopi. Tetapi, ada juga bahan makanan selain kopi yang mengandung kafein, seperti:- Teh, dalam 1 cangkir teh hitam mengandung 47 mg kafein, teh hijau mengandung 28 mg kafein, teh decaffeinated mengandung 2 mg, sedangkan teh herbal tidak mengandung kafein.
- Soda, per 350 ml air soda rata-rata mengandung 40 mg kafein.
- Cokelat atau kakao, per 30 ml-nya mengandung 24 mg kafein, sedangkan susu coklat biasanya hanya seperempatnya.
- Minuman berenergi, dalam 1 gelasnya mengandung 85 mg kafein.








