Apa Itu Emotional Eating?
Emotional eating adalah makan karena pengaruh/respon dari emosi, baik itu emosi positif seperti senang dan bahagia atau pun emosi negatif seperti sedih dan marah tanpa perduli pada sinyal lapar dan kenyang. Emotional eating sendiri bukan sebuah gangguan perilaku makan, tetapi merupakan tanda dari gangguan perilaku makan yang dapat berkembang menjadi gangguan perilaku makan.Penyebab Emotional Eating
Penyebab emotional eating dibagi menjadi dua, yaitu penyebab eksternal dan internal.a. Penyebab Eksternal
Emosi negatif atau pun positif bisa menjadi penyebab eksternal emotional eating. Contohnya:- Sedih karena habis putus dengan pacar
- Senang karena juara lomba
- Marah karena pasangan dianggap tidak peka
- Kecewa karena tempat makan favorit tutup
b. Penyebab Internal
Untuk penyebab internal emotional eating, antara lain:- Tidak mengerti emosi/perasaan sendiri
- Alexithymia (Kesulitan untuk mengerti, memproses, dan mendeskripsikan emosi)
- Tidak mampu mengontrol emosi
- Respon hormon kortisol (hormon stres) yang kurang aktif terhadap stres
Mekanisme Terjadinya Emotional Eating
Stres atau emosi negatif dapat merusak kontrol seseorang dalam mengontrol pola makannya yang berhubungan dengan asupan makanan yang mereka paksakan sendiri, terutama saat diet. Akibatnya, tubuh mereka tidak bisa mengenali pembatasan makanan sendiri dan kekurangan makanan, sehingga metabolisme melambat dan rasa lapar meningkat. Jadi, jangan sampai diet yang dilakukan malah justru menjadi penyebab emotional eating.Dampak Emotional Eating
Karena emotional eating dapat menyebabkan makan terlalu banyak, kebiasaan makan ini dapat menyebabkan obesitas yang berkaitan dengan banyak penyakit metabolik. Saat selesai makan karena respon emosi, biasanya akan ada rasa penyesalan. Selain itu, jika terbiasa menggunakan makan sebagai mekanisme koping, maka hal ini akan sulit ditinggalkan.Solusi Emotional Eating
Lakukan hal ini untuk mengatasi dan mencegah emotional eating:a. Bedakan Lapar Asli atau Palsu
Membedakan lapar asli dan palsu agar tidak terjadi emotional eating. Ciri lapar asli adalah:- Kamu mau makan apa saja, yang penting kenyang
- Bukan dari respon emosi, tetapi karena kebutuhan sebagai makhluk hidup
- Tidak harus dipenuhi sekarang juga, bisa ditunda.
