Daftar isi
Cepat lambatnya pembakaran kalori di dalam tubuh dipengaruhi oleh laju metabolisme. Jika pembakaran kalori berjalan cepat, maka kalori yang dibakar pun lebih banyak. Sehingga, banyak orang yang ingin tahu cara meningkatkan metabolisme tubuh. Terutama bagi yang ingin menurunkan berat badan.
Apa yang mempengaruhi laju metabolisme tubuh?
Apakah laju metabolisme berpengaruh besar pada perubahan BB?
Apa Itu Metabolisme?
Agar kamu memahami cara meningkatkan metabolisme tubuh, sebaiknya kamu tahu dulu apa itu metabolisme. Pengertian metabolisme diartikan sebagai proses kimia yang mengubah kalori menjadi energi. Energi inilah yang kamu gunakan untuk beraktivitas setiap harinya. Tentu, kalori yang kamu dapatkan berasal dari makanan dan minuman. Bahkan, saat istirahat pun tubuh membutuhkan energi untuk menjalankan fungsinya. Contohnya seperti bernafas, perbaikan sel, menjaga kadar hormon, mengalirkan darah ke seluruh tubuh, dan lainnya. Kondisi ini disebut laju metabolisme basal (basal metabolic rate - BMR). Beberapa hal yang memengaruhi laju metabolisme basal adalah:1. Ukuran dan Komposisi Tubuh
Orang yang memiliki tubuh lebih besar dan/atau otot yang lebih banyak memiliki laju metabolisme yang lebih besar pula.2. Jenis Kelamin
Dengan umur dan ukuran tubuh yang sama, secara alami laki-laki memiliki komposisi otot lebih besar daripada perempuan. Sehingga laju metabolisme laki-laki lebih besar.3. Umur
Komposisi otot akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Sehingga, makin tua umur seseorang maka semakin lambat laju metabolismenya. Laju metabolisme basal pun bukan faktor tunggal yang berpengaruh pada laju metabolisme. Aktivitas fisik juga memiliki peran besar. Makin aktif seseorang, makin tinggi juga laju metabolismenya.Apakah Laju Metabolisme Memengaruhi BB?
Banyak orang mengira bahwa kesulitan dalam menurunkan BB dikarenakan laju metabolisme yang lambat. Padahal, tidak hanya laju metabolisme saja. Banyak faktor lain yang terlibat antara lain:- Genetik
- Hormon
- Gaya hidup (aktivitas fisik, pola tidur, dan manajemen stres)
- Pola makan (porsi, jenis, dan frekuensi makan)










