Apa itu Makanan Rendah Kalori?
Kalori merupakan istilah umum dari satuan energi yang umumnya digunakan untuk menggambarkan kebutuhan energi yang dibutuhkan tubuh manusia. Makanan rendah kalori adalah makanan dengan jumlah kalori rendah. Tubuh manusia membutuhkan kalori dari asupan makanan dan minuman sebagai sumber energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Jika kalori yang masuk berlebih, biasanya akan disimpan sebagai cadangan tubuh. Sebaliknya, jika kalori yang masuk kurang (lebih rendah) dari kebutuhan maka tubuh akan menggunakan cadangan tubuh untuk dapat diubah menjadi energi.Manfaat Makanan Rendah Kalori
Makanan rendah kalori bukan berarti tidak kaya zat gizi. Untuk itu disarankan pilih makanan rendah kalori yang tepat. Makanan rendah kalori ini disarankan untuk dikonsumsi pada:1. Menurunkan Berat Badan
Prinsip yang perlu diingat pada orang yang ingin menurunkan berat badan adalah jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh harus lebih rendah daripada jumlah kalori yang dikeluarkan atau dibakar. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan rendah kalori. Dengan menciptakan kondisi defisit kalori secara konsisten dalam tubuh, kamu bisa menurunkan berat badan secara efektif. Namun, perhitungan berapa banyak defisit atau pengurangan kalori harian harus dilakukan secara bertahap dan tidak boleh ekstrim.2. Menjaga Berat Badan tapi ingin Ngemil
Pada beberapa orang, cemilan merupakan hal yang wajib. Dalam hal ini, cemilan yang salah bisa membuat berat badan naik. Pilihan yang bisa diambil adalah mengganti cemilan dengan makanan rendah kalori yang sehat. Tentunya tetap memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi.3. Orang dengan Kondisi Medis Tertentu
Beberapa masalah medis membuat seseorang mengalami kenaikan berat badan sehingga perlu mengkonsumsi makanan rendah kalori. Masalah medis yang menyebabkan orang perlu makan makanan rendah kalori meliputi:- Orang dengan GERD, untuk mencegah refluks (naiknya asam lambung), sehingga disarankan untuk makan dengan frekuensi sering tapi jumlah sedikit.
- Orang dengan diabetes mellitus tipe 2, untuk mencegah kondisi menurun atau melonjaknya kadar gula darah yang drastis.
- Orang dengan penyakit penyerta (komorbid) dan obesitas, untuk mencegah kenaikan berat badan.
