Daftar isi
Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), seperti yang telah kita ketahui, sindrom yang muncul pada perempuan di masa reproduksi ini tidak dapat disembuhkan. Namun, ada beberapa hal yang dapat membantu mengurangi gejalanya (cara mengatasi PCOS dan pengobatannya). (Baca penjelasannya di link berikut: Pengobatan PCOS-Bisakah PCOS Disembuhkan?)
Selain pengobatan medis, menerapkan pola hidup sehat adalah kuncinya.
Pedoman ilmiah internasional, menyebutkan bahwa manajemen berat badan dan gaya hidup sehat adalah terapi lini pertama untuk PCOS.
Studi meta analisis terbaru juga menyimpulkan, pengaturan gaya hidup pada penderita PCOS lebih dari sekedar diet dan aktivitas fisik loh! Kira-kira apa saja? Simak penjelasannya berikut!
1. Manajemen Berat Badan
Pedoman merekomendasikan agar perempuan dengan PCOS dapat mencapai berat badan ideal mereka dan menjaganya tetap stabil. Perempuan dengan berat badan berlebih (overweight/obese), disarankan untuk menurunkan sebanyak 5-10% dari berat badan mereka. Cara efektif untuk mencapainya adalah dengan mengatur pola makan, komposisi makanan, mengonsumsi makanan yang dapat mengurangi gejala, serta menghindari makanan yang dapat memicunya. Pengaturan diet yang tepat dapat kamu baca melalui link berikut! Diet PCOS2. Aktivitas Fisik
Pedoman PCOS merekomendasikan minimal 150 menit/minggu olahraga intensitas sedang atau 75 menit/minggu intensitas berat, untuk mencegah kenaikan berat badan. Sedangkan untuk penurunan berat badan, direkomendasikan minimal 250 menit/minggu olahraga intensitas sedang atau 150 menit/minggu untuk intensitas tinggi. Aktivitas fisik yang dimaksud, bukan hanya olahraga di gym atau lapangan saja. Melakukan pekerjaan rumah sehari-hari, berjalan ke pasar atau tempat kerja, jalan santai di pagi hari, dan bersepeda, juga dapat menjadi pilihan untuk tetap aktif bergerak.3. Mengurangi Stres
PCOS merupakan sindrom yang sangat erat kaitannya dengan hormonal. Oleh karena itu, PCOS dapat memengaruhi kestabilan emosi penderitanya. Emosi kita mungkin akan naik turun dipengaruhi oleh beberapa hal berikut:-
- Keparahan gejala
- Lama gejala timbul
- Lama terdiagnosis
- Pilihan terapi
- Rencana untuk memiliki anak
- Support system








