Daftar isi
Bagi kamu yang ingin sekali hamil, waktu saat haid datang mungkin akan membuatmu sedih. Namun, tak perlu sedih berlarut-larut. Kamu dapat segera memulai kembali program hamil setelah haidmu selesai.
Apa saja yang harus dipersiapkan untuk program hamil setelah haid? Simak artikel berikut!
Apakah Bisa Hamil Segera Setelah Haid Selesai?
Yes, tentu saja bisa! Pada dasarnya, peluang terjadinya kehamilan mengikuti siklus haid setiap bulan. Masa subur biasanya jatuh sekitar 14 hari sebelum hari pertama haid selanjutnya. Jika kamu memiliki siklus haid teratur (selama 28 hari sekali) dan darah haid keluar hingga bersih kembali kurang lebih 7 hari, maka masa suburmu dimulai 2 hari setelah haidmu selesai. Apabila kamu memiliki siklus haid yang lebih pendek, maka masa suburmu bahkan dimulai tepat setelah haidmu selesai. Kehamilan dapat terjadi jika pria dan wanita yang subur melakukan hubungan seksual tanpa pengaman (alat kontrasepsi). Tetapi, tentu saja terjadinya kehamilan ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Peluang terjadi kehamilan akan meningkat jika kamu dan pasangan berhubungan seksual pada masa subur.Pahami Siklus Haidmu!
Untuk meningkatkan keberhasilan program hamil, tentu saja penting bagimu mengetahui kapan masa suburmu dimulai. Cara termudah untuk mengetahuinya yaitu dengan memahami siklus haidmu. Catat waktu mulai dan selesainya haid setidaknya 6 bulan berturut-turut. Kamu akan menemukan pola dan data yang lebih akurat dengan mencatatnya selama 6 kali siklus. Pola tersebut dapat menjadi patokan untuk menghitung masa suburmu. Ingat, sperma dapat bertahan hidup di tubuh seorang wanita hingga 5 hari setelah ejakulasi. Sedangkan sel telur, hanya dapat bertahan 12-24 jam setelah dilepaskan. Jadi, jika kamu dan pasangan sedang merencanakan program hamil, kamu dapat memanfaatkan kurang lebih 7 hari masa subur (5 hari sebelum ovulasi, 1 hari saat ovulasi terjadi, dan 1 hari setelah ovulasi terjadi) dengan sebaik-baiknya. Karena ovulasi hanya dapat diperkirakan dan tidak dapat dipastikan kapan benar-benar terjadi, maka penting juga untuk mengetahui tanda-tandanya. Beberapa tanda terjadinya ovulasi di antaranya yaitu:- Kenaikan suhu basal tubuh
- Konsistensi lendir serviks elastis, bening, dan licin (seperti putih telur mentah)
- Peningkatan hormon LH (LH surge) yang dapat dideteksi menggunakan ovutest









