Daftar isi
Pemeriksaan perut merupakan salah satu pemeriksaan wajib yang dilakukan saat antenatal care. Pada kehamilan, terutama jika sudah masuk trimester 3, posisi dan presentasi janin merupakan hal yang wajib diketahui. Cara mengetahuinya, selain melalui pemeriksaan Ultrasonografi (USG), adalah dengan pemeriksaan leopold. Apa itu pemeriksaan leopold? Simak penjelasannya berikut!
Apa itu Pemeriksaan Leopold?
Pemeriksaan leopold adalah pemeriksaan yang digunakan untuk meraba rahim secara sistematis. Metode palpasi (perabaan) ini murah, mudah, dan tidak invasif. Pemeriksaan ini digunakan untuk menentukan posisi, presentasi dan engagement janin di dalam kandungan. Selain itu, melalui pemeriksaan leopold, bidan atau dokter juga dapat memprediksi usia kehamilan dan berat janin dalam kandungan.Bagaimana Prosedur Pemeriksaan Leopold?
Sebelum melakukan pemeriksaan leopold, bidan atau dokter akan melakukan beberapa persiapan terlebih dahulu, diantaranya yaitu:- Mencuci tangan
- Menjelaskan pemeriksaan yang akan dilakukan serta meminta kesediaan ibu untuk dilakukannya pemeriksaan.
- Ibu hamil akan disarankan untuk buang air kecil terlebih dahulu apabila kandung kemihnya penuh. Apabila kandung kemih kosong, ibu akan merasa lebih nyaman dan pemeriksaan akan lebih produktif.
- Menyiapkan lingkungan dengan menutup tirai agar privasi ibu terjaga.
- Menyiapkan alat seperti metlin (pita ukur), doppler, dan gel.
- Memposisikan ibu terlentang dengan kepala tempat tidur agak naik 15 derajat.
Bagaimana Tahapan Pemeriksaan Leopold?
Leopold 1
Leopold 1 berfungsi untuk menentukan tinggi fundus uteri (TFU) atau titik puncak rahim. Dengan menggunakan ujung jari, dimana bidan atau dokter akan meraba bagian janin yang berada di bagian teratas (fundus) rahim. Kemudian, metlin akan digunakan untuk mengukur dari ujung fundus ke daerah simfisis pubis (bagian terbawah rahim). Leopold 1 merupakan prediktor untuk mengevaluasi usia kehamilan. Bidan atau dokter akan memperkirakan usia janin melalui tinggi fundus atau aturan McDonald:- Setinggi simfisis pubis → 12 minggu
- Setinggi antara simfisis pubis dan umbilikal (pusar) → 16 minggu
- Setinggi umbilikal → 20 minggu
- Setelah melewati tinggi pusar, dapat diasumsikan setiap jari yang melintang dihitung 2 minggu.








