Daftar isi
PCO dan PCOS merupakan kondisi gangguan kesehatan pada organ reproduksi wanita. Terkesan mirip, tapi keduanya berbeda. Apa perbedaan PCO dan PCOS ini? Simak pada artikel ini ya!
Definisi PCO dan PCOS
PCO atau polycystic ovaries yang biasa juga disebut dengan kista ovarium yang multipel (ovarian cysts) adalah kondisi di mana terdapat banyak sel telur yang menempel pada dinding ovarium atau indung telur. Sedangkan PCOS atau polycystic ovary syndrome adalah kondisi yang dialami oleh wanita usia subur yang menyebabkan gangguan hormonal akibat kelebihan hormon androgen pada wanita sehingga mengganggu proses ovulasi. Pada kondisi PCOS, folikel sering kali tidak dapat melepaskan sel telur sehingga tidak terjadi ovulasi.Perbedaan PCO dengan PCOS
1. Faktor Risiko
Penyebab kista ovarium atau PCO umumnya adalah pertumbuhan sel abnormal dalam ovarium. Secara umum, kista terbentuk secara alami sebagai bagian dari siklus menstruasi, yang disebut sebagai kista folikel atau kista fungsional dan tidak berbahaya. Tapi ada juga yang berbahaya bahkan berpotensi menjadi kanker. Faktor risiko terjadinya kista ovarium pada kondisi berikut ini:- Gangguan hormonal
- Kehamilan
- Infeksi panggul
- Memiliki riwayat kista ovarium
- Gangguan reproduksi lain seperti endometriosis
- Obesitas
- Hormon androgen berlebih
- Kelebihan insulin yang menyebabkan produksi androgen meningkat
- Genetik
2. Gejala
PCO biasanya tidak menimbulkan gejala dan bisa hilang dengan sendirinya. Tapi jika ukurannya membesar, mungkin akan terdapat gejala berikut:- Nyeri panggul atau di area perut bagian bawah
- Rasa penuh atau berat di perut
- Nyeri berlebihan saat menstruasi
- Munculnya banyak kista ovarium (PCO)
- Haid tidak teratur, termasuk siklus menstruasi yang singkat atau terlalu lama
- Pertumbuhan rambut yang berlebihan (hirsutisme), seperti di dada, perut, punggung, dagu, atau kumis akibat hormon androgen berlebih
- Muncul jerawat atau kulit berminyak
3. Diagnosis
Terdapat perbedaan antara diagnosis PCO dan PCOS. Pada PCO, pemeriksaan dapat dilakukan sesuai dengan ukuran dan tipe kista pada PCO. Adapun pemeriksaan yang biasanya dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini, antara lain sebagai berikut:- USG pada bagian panggul
- Laparoskopi
- Perubahan berat badan
- Kondisi siklus menstruasi
- Mengecek adanya pertumbuhan bulu di bagian tubuh yang tidak biasa
- Mengecek adanya jerawat yang berlebihan
- Memeriksa adanya kondisi resistensi insulin.
- Pemeriksaan panggul dengan memasukkan jari ke dalam liang vagina.
- Pemeriksaan darah untuk mendeteksi adanya gangguan hormonal.
- USG transvaginal
Cara Mengatasi PCO dan PCOS
Pada umumnya, PCO atau kista ovarium yang tidak berbahaya. Kondisi ini bisa menghilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan, tanpa pengobatan khusus. Pengobatan PCO disesuaikan dengan jenis, gejala, ukuran kista, dan usia penderitanya. Beberapa pengobatan yang direkomendasikan dokter untuk mengatasi kista ovarium antara lain:- Rutin berkonsultasi dengan dokter untuk melihat perkembangan kista, karena beberapa jenis kista bisa hilang sendiri dalam beberapa bulan
- Penggunaan kontrasepsi hormonal seperti pil KB untuk mencegah kista berulang
- Pembedahan untuk mengangkat kista yang lebih besar atau jenis yang berbahaya
- Perubahan gaya hidup sehat untuk menjaga berat badan ideal
- Mengatur pola makan dan olahraga teratur bisa menjadi solusi
- Obat-obatan untuk mengatur siklus menstruasi








