Kapan Memulai Program Hamil setelah Keguguran?
Kamu bisa langsung mencoba hamil kembali setelah keguguran. Bahkan, program kehamilan sebenarnya sudah bisa dimulai sebelum periode menstruasi kembali normal. Ini karena setelah keguguran, tubuh akan mulai menjalankan fungsi reproduksi seperti biasanya. Tubuh pun sudah bisa berovulasi (melepaskan sel telur) sebelum masa haid selanjutnya datang. Yang perlu diperhatikan adalah kondisi yang menyebabkan keguguran di masa lalu. Perlu konsultasi dokter terkait ini, apakah kondisi yang lalu bisa dikoreksi atau membutuhkan pengobatan tertentu terlebih dahulu. Saat ibu dan pasangan siap, program hamil setelah keguguran bisa langsung dilakukan. Tapi jika ibu masih ingin memberi waktu untuk jeda sejenak tidak masalah. Sebaiknya keluarga bisa mengerti akan hal ini.Program Hamil setelah Keguguran yang Disarankan
Berikut ini adalah beberapa program hamil setelah keguguran yang bisa dilakukan:1. Program Hamil Alami
Program hamil alami dilakukan dengan berhubungan seks seperti biasa. Bisa dimulai program ini paling cepat 2 minggu setelah keguguran. Cobalah untuk melakukan hubungan seksual setidaknya 2–3 kali setiap minggunya guna meningkatkan peluang untuk hamil. Mengetahui masa subur juga dapat membantu meningkatkan peluang untuk hamil.2. Inseminasi Buatan
Inseminasi buatan adalah salah satu program hamil yang bisa dilakukan setelah keguguran. Program ini dilakukan dengan memasukkan sperma langsung ke dalam rahim wanita pada saat terjadinya pelepasan sel telur (ovulasi). Tujuan inseminasi buatan adalah untuk memperbanyak jumlah sperma yang berhasil mencapai tuba falopi, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya pembuahan. Inseminasi buatan biasanya akan dianjurkan pada indikasi seperti:- Pasien terbukti memiliki masalah infertilitas (ketidaksuburan)
- Memiliki kondisi yang tidak memungkinkan untuk berhubungan intim secara langsung, seperti cacat fisik
- Gangguan pada cairan vagina yang menghambat perjalanan sperma menuju rahim
- Gangguan sperma yang terkait dengan jumlah atau kualitas
- Mengalami disfungsi ereksi atau ejakulasi dini
- Gangguan kesuburan yang tidak dapat diketahui secara jelas
- Wanita yang memiliki riwayat endometriosis dan sulit hamil
3. Bayi Tabung
Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) dilakukan dengan cara mempertemukan sel telur dan sperma di luar tubuh, yakni di dalam sebuah alat khusus berupa tabung. Sel telur yang sudah dibuahi akan menjadi embrio atau calon anak. Setelah itu, embrio akan dipindahkan ke dalam rahim. Bayi tabung biasanya akan direkomendasikan oleh dokter jika:- Ada sumbatan atau kelainan pada tuba falopi
- Gangguan ovulasi
- Gangguan pada reproduksi seperti endometriosis
- Pernah melakukan sterilisasi atau pengangkatan tuba sebelumnya
- Mengalami fibroid rahim
- Fungsi sperma yang terganggu
