Apa Itu Disfungsi Ereksi?
Disfungsi ereksi adalah kondisi ketika seseorang kesulitan mendapatkan dan mempertahankan ereksi yang cukup kuat untuk berhubungan seksual. Disfungsi ereksi yang terjadi secara progresif atau hampir selalu terjadi saat berhubungan seksual, merupakan hal yang tidak normal dan perlu untuk ditangani. Konsultasikan ke dokter untuk membantu mengatasinya. Disfungsi ereksi dapat terjadi ketika:- Aliran darah di penis terbatas atau adanya gangguan saraf
- Stres atau alasan emosional lainnya
- Sebagai tanda adanya masalah yang lebih serius seperti aterosklerosis (pengerasan atau penyumbatan pembuluh darah arteri), penyakit jantung, tekanan darah tinggi atau kadar gula darah tinggi karena diabetes
Tanda Gejala Disfungsi Ereksi
Disfungsi ereksi terjadi jika penis kesulitan mendapatkan ereksi, kesulitan mempertahankan ereksi, dan terjadi penurunan hasrat seksual. Kondisi ini dapat berpengaruh pada kesejahteraan seorang pria mau pun hubungan percintaannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui penyebab disfungsi ereksi dan melakukan tatalaksana yang sesuai untuk mengatasinya.Faktor Risiko Disfungsi Ereksi
Disfungsi ereksi dapat terjadi karena adanya masalah kesehatan baik fisik maupun emosional. Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi diantaranya sebagai berikut:- Berusia lebih dari 50 tahun
- Kadar gula darah tinggi (diabetes)
- Memiliki tekanan darah tinggi
- Memiliki penyakit jantung
- Memiliki kadar kolesterol tinggi
- Merokok
- Menggunakan obat-obatan terlarang
- Mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah banyak
- Obesitas
- Kurang olahraga
Penyebab Disfungsi Ereksi
a. Penyebab Fisik
1. Tidak Cukup Aliran Darah ke Penis
Banyak masalah kesehatan yang dapat menyebabkan aliran darah ke penis menurun, seperti adanya penyumbatan arteri, penyakit jantung, gula darah tinggi, dan merokok. Pada beberapa kasus lain, darah tidak dapat bertahan di penis selama ereksi, sehingga menimbulkan disfungsi ereksi.2. Masalah Saraf
Beberapa penyakit, cedera, atau operasi di area panggul, dapat merusak saraf di daerah penis, sehingga sinyal saraf dari otak atau sumsum tulang belakang tidak dapat mencapai penis dan menyebabkan disfungsi ereksi.3. Diabetes
Diabetes dapat merusak pembuluh darah dan juga saraf yang mengarah ke penis, sehingga laki-laki dengan diabetes, cenderung lebih berisiko mengalami disfungsi ereksi.4. Terapi Kanker atau Obat-Obatan Lainnya
Operasi dan radiasi untuk terapi kanker pada daerah perut bawah atau panggul, dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Pasien dengan riwayat kanker prostat, usus besar, atau kandung kemih, seringkali mengeluhkan disfungsi ereksi sebagai efek samping terapi. Pemberian obat-obatan tertentu juga dapat menimbulkan efek samping disfungsi ereksi.b. Penyebab Emosional
Tak hanya masalah fisik, namun faktor emosional juga dapat memengaruhi terjadinya disfungsi ereksi. Beberapa masalah yang dapat menyebabkan atau memperburuk disfungsi ereksi diantaranya yaitu:- Depresi
- Kecemasan
- Konflik dalam hubungan
- Stres karena pekerjaan atau masalah rumah
- Konflik sosial, budaya, mau pun spiritual
- Khawatir dengan performa seksual
