Tidak Menerapkan Posisi Duduk yang Benar = Membahayakan Kesehatan
Dilansir dari berbagai penelitian terkemuka di dunia bahwa duduk lebih dari 8 jam sehari bisa berdampak buruk untuk kesehatan. Mayo Clinic menyatakan dalam situsnya bahwa duduk terlalu lama beresiko besar untuk menderita obesitas, kenaikan tekanan darah, gula darah, lemak perut dan kolesterol. Professor Stuart Biddle, peneliti terkemuka di bidang aktivitas fisik dan kesehatan menambahkan bahwa manfaat yang didapat dari olahraga terhadap kesehatan bisa hilang akibat gaya hidup sedentari (duduk dan berbaring). Fakta ini pertama kali diteliti oleh Jeremy Morris yang dijadikan salah satu milestones penting dalam penelitian aktivitas fisik. Dalam penelitiannya pada tahun 1949 dan dipublikasikan 4 tahun kemudian, Morris membandingkan 2 pekerjaan dengan durasi duduk yang berbeda, namun masih memiliki jam kerja relatif sama. Metode penelitian ini adalah membandingkan waktu duduk dari supir bus bertingkat di London dengan kondekturnya yang berdiri hampir sepanjang jam kerja dan berjalan naik turun di bus bertingkat. Hasil temuan dari penelitiannya, para kondektur mengalami risiko gangguan jantung jauh lebih kecil daripada supir yang duduk sepanjang jam kerja. Terdapat pengurangan risiko gangguan jantung lebih dari 50% pada kondektur yang rata-rata bisa naik turun hingga 300 kali setiap harinya. Selain itu, duduk dalam waktu lama memberikan beban yang berat terhadap susunan tulang belakang. Sejalan dengan tulang belakang, otot juga tidak luput dari tekanan seperti pada otot bahu, punggung dan anggota gerak tubuh lainnya.Perubahan pada Bagian Tubuh ketika Duduk
Berikut adalah beberapa perubahan pada bagian tubuh yang terjadi ketika duduk :- Mengecilnya otot paha dan pantat.
- Lengkung normal pada tulang punggung berubah sehingga memberikan tekanan pada bantalan sendi yang berujung pada sakit pinggang bagian bawah (Lower back pain).
- Kekakuan di bahu dan leher akibat posisi diam tubuh yang konstan dalam waktu lama.
- Varises atau pembengkakan pembuluh vena dikaki akibat penumpukan darah di kaki.
- Deep Vein Thrombosis (DVT) adalah penggumpalan darah pada pembuluh vena.
