Definisi Infertilitas
Salah satu sumber kebahagiaan yang didambakan pasangan yang sudah menikah tentunya adalah hadirnya buah hati di tengah keluarga kecil mereka. Sayangnya, tidak semua pasangan yang sudah menikah dapat segera memiliki momongan. Ada yang sudah menikah bertahun-tahun, namun tak kunjung dikaruniai momongan. Kondisi inilah yang disebut dengan infertilitas. World Health Organization (WHO) mendefinisikan infertilitas sebagai suatu penyakit atau masalah sistem reproduksi pria mau pun wanita yang menyebabkan kegagalan terjadinya kehamilan setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual tanpa kontrasepsi. Infertilitas sendiri dapat dibagi menjadi dua, yaitu infertilitas primer dan sekunder. Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai infertilitas primer.Apa Itu Infertilitas Primer?
Infertilitas primer terjadi ketika pasangan belum pernah memiliki anak setelah berhubungan seksual secara teratur tanpa penggunakan alat kontrasepsi selama 1 tahun (atau 6 bulan jika berusia lebih dari 35 tahun).Apa Penyebab Infertilitas Primer?
Infertilitas yang terjadi pada pria umumnya disebabkan karena masalah produksi sperma, termasuk di antaranya jumlah sperma yang dihasilkan kurang, abnormalitas bentuk (morfologi) dan pergerakan (motilitas) sperma. Selain masalah sperma, faktor lain yang dapat menyebabkan infertilitas pada pria diantaranya yaitu:- Pembesaran pembuluh darah vena (varicocele) pada skrotum
- Kelainan genetik
- Kelainan kromosom
- Paparan suhu tinggi pada testis
- Cedera pada skrotum atau testis
- Kadar hormon testosteron yang rendah (hipogonadism)
- Penyalahgunaan obat steroid
- Disfungsi seksual (disfungsi ereksi, anejakulasi, ejakulasi dini atau retrograde)
- Testis yang tidak turun ke kantung skrotum
- Riwayat kemoterapi atau radiasi
- Riwayat operasi sterilisasi (vasektomi)
- Endometriosis
- Struktur abnormal dari vagina, uterus, atau tuba falopi
- Penyakit autoimun seperti lupus
- Penyakit ginjal
- Penyakit radang panggul
- Gangguan kelenjar pituitari atau hipotalamus di otak
- Polycystic ovary syndrome (PCOS)
- Produksi sperma pasangan yang kurang berkualitas
- Anemia sel sabit
- Fibroid atau polip rahim
- Gangguan hormon tiroid
- Kelainan genetik
- Kelainan kromosom
- Disfungsi seksual
- Menstruasi yang tidak teratur atau tidak menstruasi
- Riwayat sterilisasi (tubektomi)
