Apa Itu Hormon Kortisol?
Kortisol adalah sebuah hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Kelenjar ini berbentuk segitiga dan berada di atas kedua ginjal. Kortisol memiliki banyak fungsi dalam tubuh. Fungsi utama kortisol adalah untuk menekan inflamasi pada berbagai jaringan tubuh. Selain itu, kortisol juga mengontrol metabolisme pada berbagai organ seperti otot, lemak, hati, dan tulang. Kortisol juga berperan penting dalam siklus bangun-tidur.Apa Saja Fungsi Hormon Kortisol?
1. Respon Stres
Saat terjadi stres baik itu karena tekanan emosional maupun karena adanya nyeri, hormon kortisol akan meningkat dalam tubuh. Kondisi ini berguna agar tubuh dapat mempertahankan diri dari keadaan bahaya. Kortisol juga akan melepaskan gula dari liver yang meningkat saat terjadinya stres.2. Metabolisme
Kortisol juga memiliki peran dalam metabolisme. Kortisol membantu tubuh menggunakan protein, lemak, dan karbohidrat untuk membakar energi.3. Menekan Inflamasi
Kortisol juga dapat berperan dalam sistem imun tubuh. Kortisol dapat menekan inflamasi sehingga inflamasi yang muncul pada tubuh akibat serangan penyakit tertentu dapat berkurang. Walau begitu, hal ini hanya terjadi dalam waktu singkat.4. Regulasi Tekanan Darah
Hingga saat ini, masih belum jelas peran kortisol dalam mengatur tekanan darah. Namun, kadar kortisol yang tinggi dapat mengakibatkan tekanan darah yang tinggi.5. Regulasi Gula Darah
Kortisol dapat meningkatkan gula darah dengan melepaskan gula yang tersimpan pada hati. Jika kortisol terus menerus tinggi maka seseorang akan berisiko terkena diabetes tipe 2.6. Mengontrol Siklus Bangun-Tidur
Kortisol biasanya rendah ketika akan tidur dan akan meningkat pada pagi hari. Hal ini menunjukkan bahwa kortisol turut berperan dalam siklus bangun dan tidur.Dampak Kelebihan Hormon Kortisol
Kelebihan hormon kortisol dapat muncul dari konsumsi steroid yang berlebihan maupun adanya tumor pada kelenjar adrenal dan pituitari. Gejala yang muncul pada kelebihan kortisol adalah:- Peningkatan berat badan terutama pada wajah dan perut
- Adanya deposit lemak pada daerah pundak
- Adanya stretch marks pada bagian perut
- Kelemahan otot pada bagian lengan atas dan paha
- Peningkatan gula darah yang kemudian dapat menjadi diabetes melitus tipe 2
- Tekanan darah tinggi
- Pertumbuhan rambut yang berlebihan
- Tulang yang lemah dan patah tulang
Dampak Kekurangan Hormon Kortisol
Ada beberapa penyakit yang dapat menjadi penyebab kekurangan hormon kortisol. Salah satunya adalah insufisiensi adrenal primer yang disebabkan oleh reaksi autoimun. Reaksi autoimun adalah sebuah reaksi yang dicirikan dengan tubuh salah mengenali jaringan sehat sebagai penyakit dan kemudian melakukan penyerangan terhadap jaringan sehat tersebut. Gejala kekurangan hormon kortisol adalah:- Kelelahan yang berlebihan
- Penurunan berat badan
- Tidak nafsu makan
- Tekanan darah rendah
