Ejakulasi
Sperma merupakan sel kelamin jantan yang dihasilkan oleh testis dan dikeluarkan saat ejakulasi. Sedangkan ejakulasi sendiri merupakan sebutan untuk keluarnya air mani (semen) dari penis (alat kelamin laki-laki). Ejakulasi biasanya terjadi saat orgasme, namun ejakulasi ternyata juga dapat terjadi tanpa orgasme. Ejakulasi dapat terjadi saat seseorang berhubungan seksual dengan pasangannya atau pun melalui masturbasi, serta mimpi basah. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa frekuensi mengeluarkan sperma saat ejakulasi memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Sebaliknya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ejakulasi secara rutin dapat menurunkan risiko kanker prostat. Penelitian menemukan bahwa pria berusia 40-49 tahun yang melakukan ejakulasi secara rutin, berisiko lebih rendah mengalami kanker prostat. Temuan unik lainnya dari penelitian ini, diketahui bahwa kelompok yang memiliki risiko terendah yaitu mereka yang melakukan ejakulasi 21 kali setiap bulannya.Lalu, Seberapa Sering Ejakulasi Boleh Dilakukan?
Ejakulasi tidak selalu bergantung pada pasangan seksual atau masturbasi. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi frekuensi seseorang untuk ejakulasi, termasuk di antaranya adalah usia, kondisi kesehatan, dan status hubungan seseorang. Seseorang mungkin sering mengalami ejakulasi, baik disengaja maupun tidak, untuk mengeluarkan air mani dari dalam tubuhnya. Kelenjar prostat dan vesikula seminalis terus-menerus menghasilkan air mani, oleh karena itu tubuh perlu mengeluarkannya secara teratur. Sebuah studi literatur tahun 2021, menyimpulkan bahwa potensi dampak dari frekuensi ejakulasi terhadap kesehatan fisik maupun mental, masih sangat terbatas. Belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan adanya dampak negatif dari mengeluarkan sperma setiap hari.Manfaat Ejakulasi
Studi yang dilakukan untuk meneliti manfaat ejakulasi bagi kesehatan masih sedikit. Namun, jika seseorang tidak mengalami ejakulasi setelah mendapat rangsangan seksual, ternyata justru dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Hal ini dapat terjadi karena kelenjar prostat dan vesikula seminalis terisi penuh dengan air mani dan menjadi bengkak. Ejakulasi diketahui memiliki beberapa manfaat antara yaitu:- Menghilangkan stres karena efeknya pada kortisol
- Menghilangkan rasa sakit dengan melepaskan hormon pereda rasa sakit
- Meningkatkan kesehatan jantung dan menurunkan tekanan darah
- Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan produksi antibodi yang lebih besar
- Meningkatkan kualitas tidur dengan pelepasan hormon prolaktin
- Meningkatkan keintiman dengan pasangan
