1. Belum Tentu Sesuai dengan Kebutuhan Tubuh
Mungkin kamu pernah melihat orang yang sukses menurunkan berat badan lewat intermittent fasting atau diet khusus tertentu, sehingga tertarik untuk mencobanya. Padahal, diet tersebut belum tentu cocok untukmu. Contohnya, penderita GERD sebaiknya makan dengan porsi kecil, namun sering, tetapi malah memaksakan untuk menjalani intermittent fasting selama hampir 16 jam. Pada akhirnya, memicu keluhan GERD yang dapat sangat mengganggu. Jadi, diet yang dilakukan orang lain, belum tentu yang terbaik untuk tubuhmu. Setiap orang punya kebutuhan kalori dan pengaturan makan berbeda yang dipengaruhi oleh:- Jenis kelamin
- Umur
- Berat badan dan tinggi badan
- Kondisi tertentu seperti penyakit dan alergi
