Daftar isi
Saat melihat progres orang lain, mungkin kamu berpikir untuk mengikuti diet mereka. Contohnya adalah diet yang dilakukan oleh artis/tokoh yang kamu kagumi, atau melihat orang yang progresnya kelihatan, apalagi cepat. Kenyataannya, ada bahaya dari ikut-ikutan diet orang lain loh!
Apa bahaya ikut-ikutan diet orang lain? Bukannya justru bagus ya karena ada contoh suksesnya?
1. Belum Tentu Sesuai dengan Kebutuhan Tubuh
Mungkin kamu pernah melihat orang yang sukses menurunkan berat badan lewat intermittent fasting atau diet khusus tertentu, sehingga tertarik untuk mencobanya. Padahal, diet tersebut belum tentu cocok untukmu. Contohnya, penderita GERD sebaiknya makan dengan porsi kecil, namun sering, tetapi malah memaksakan untuk menjalani intermittent fasting selama hampir 16 jam. Pada akhirnya, memicu keluhan GERD yang dapat sangat mengganggu. Jadi, diet yang dilakukan orang lain, belum tentu yang terbaik untuk tubuhmu. Setiap orang punya kebutuhan kalori dan pengaturan makan berbeda yang dipengaruhi oleh:- Jenis kelamin
- Umur
- Berat badan dan tinggi badan
- Kondisi tertentu seperti penyakit dan alergi










