Daftar isi
Di masa sekolah dulu, mungkin kamu sudah familiar dengan prinsip 4 sehat 5 sempurna dalam pemenuhan gizi. Sayangnya, konsep terkenal itu sudah tidak berlaku lagi. Prinsip tersebut sudah di-update.
Apa prinsip 4 sehat 5 sempurna? Update 4 sehat 5 sempurna itu seperti apa?
Prinsip 4 Sehat 5 Sempurna
Prinsip 4 sehat 5 sempurna diperkenalkan oleh profesor gizi bernama Poerwo Soedarmo (bapak gizi Indonesia) pada sekitar tahun 1952. Pada prinsipnya 4 sehat 5 sempurna adalah makanan sehat yang mengandung zat gizi. Pembagiannya adalah:- Makanan pokok
- Lauk-pauk
- Sayur-sayuran
- Buah-buahan
- Susu
4 Sehat 5 Sempurna sudah Tidak Berlaku Lagi
Mulai dari tahun 1990-an, prinsip dianggap sudah outdated atau sudah tidak relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam gizi. Kementrian Kesehatan mengganti 4 sehat 5 sempurna dengan konsep Isi Piringku sebagai pedoman untuk mencapai gizi seimbang.Isi Piringku sebagai Pengganti 4 Sehat 5 Sempurna
Berbeda dengan 4 sehat 5 sempurna yang hanya fokus pada jenis makanan, gizi seimbang memperhatikan kandungan gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan. Penerapan gizi seimbang dalam satu kali makan dapat terlihat pada panduan Isi Piringku. Pada Isi Piringku terdapat pembagian porsi. Yaitu:- ⅔ dari setengah piring adalah makanan pokok
- ⅓ dari setengah piring adalah lauk-pauk
- ⅔ dari setengah piring adalah sayur-sayuran
- ⅓ dari setengah piring adalah buah-buahan
- Pola makan gizi seimbang
- Minum air putih yang cukup
- Beraktivitas fisik minimal 30 menit dalam sehari
- Mengukur tinggi dan berat badan yang sesuai untuk mengetahui kondisi tubuh










