Daftar isi
Jika kamu dan pasangan sedang merencanakan untuk memiliki momongan, penting sekali untuk mengetahui kapan masa subur datang. Mengetahui masa subur yang terjadi pada setiap bulan, dapat membantu kita untuk memperkirakan waktu yang tepat untuk berhubungan seksual dengan pasangan.
Selain menggunakan ovutest (alat untuk mengecek terjadinya ovulasi), ada beberapa tanda alami yang dapat membantumu mengetahui jika masa subur datang. Berikut adalah beberapa cara mengecek kesuburan wanita secara alami:
1. Metode Kalender
Indikator termudah untuk mengetahui masa subur yaitu melalui siklus menstruasi. Tandai pada kalender, setiap hari pertama menstruasi datang. Lakukan pencatatan menstruasi ini minimal selama 6 bulan berturut-turut untuk mendapatkan data yang akurat. Ovulasi umumnya terjadi sekitar hari ke-14 sebelum hari pertama menstruasi. Masa subur wanita dimulai sejak 5 hari sebelum ovulasi, saat ovulasi, dan 1 hari setelah ovulasi. Jadi, total ada sekitar 7 hari masa subur. Sayangnya, metode kalender hanya efektif jika diterapkan pada wanita dengan siklus menstruasi teratur. Jika kamu memiliki siklus yang tidak teratur, gunakan siklus terpendek dan terpanjang sebagai acuan untuk menghitung masa subur. Kamu dapat menghitungnya melalui rumus berikut:-
Siklus Terpendek Dikurangi 18 Hari
-
Siklus Terpanjang Dikurangi 11 Hari
2. Metode Lendir Serviks
Kadar hormon yang berfluktuasi selama siklus menstruasi, dapat memengaruhi jumlah dan konsistensi lendir serviks. Perubahan konsistensi lendir serviks umumnya mengikuti pola berikut:- Hari ke 1-4 setelah menstruasi selesai: kering atau lengket, berwarna putih atau kekuningan
- Hari ke 4-6: lengket, sedikit lembab, berwarna putih
- Hari ke 7-9: creamy, konsistensi seperti yogurt
- Hari ke 10-14: elastis, licin, dan basah, konsistensi seperti putih telur mentah
- Hari ke 14-28: kering, hingga periode menstruasi selanjutnya dimulai
3. Metode Suhu Basal Tubuh
Suhu basal tubuh biasanya akan meningkat selama ovulasi (sekitar 0,5 derajat fahrenheit). Untuk mengetahuinya, kamu harus rajin melakukan pengukuran suhu basal tubuh setiap hari setelah bangun tidur di pagi hari dan sebelum melakukan aktivitas apa pun. Pengukuran ini harus dilakukan setiap hari untuk mendapatkan data yang baik. Namun, harus dicatat bahwa metode ini tidak dapat menjadi prediktor pasti terjadinya ovulasi. Mayoritas wanita yang menerapkan metode ini, telah melewatkan masa ovulasinya saat menyadari bahwa suhu basal tubuhnya meningkat.Tanda-Tanda Sekunder Ovulasi
Selain melalui metode kalender, lendir serviks, dan suhu basal, beberapa wanita mungkin mengalami tanda sekunder saat terjadinya ovulasi. Beberapa tanda yang mungkin terjadi yaitu:- Spotting ringan
- Kram atau nyeri perut bagian bawah
- Nyeri payudara
- Perut kembung
- Kenaikan gairah seksual
- Indra penciuman, penglihatan, dan perasa menjadi lebih sensitif.









