Fase Perubahan Psikologis Masa Nifas
Ada 3 fase perubahan psikologis masa nifas, yaitu:1. Taking-in
Fase ini merupakan fase yang muncul pada 1-2 hari setelah persalinan. Pada fase ini, ibu akan lebih pasif daripada biasanya. Ibu akan bergantung pada tenaga kesehatan atau keluarga, terutama pada tugas rumah tangga sehari-hari dan pengambilan keputusan. Ketergantungan ini disebabkan oleh ketidaknyamanan fisik atau kelelahan ekstrim yang dirasakan setelah melahirkan. Pada masa ini biasanya muncul keraguan pada ibu, apakah ia dapat merawat bayinya atau tidak. Fase penerimaan ini memberikan waktu bagi wanita untuk mendapatkan kembali kekuatan fisiknya dan mengatur pikiran akan peran barunya sebagai seorang ibu. Ibu akan cenderung membicarakan tentang pengalamannya selama kehamilan dan persalinan. Memberikan kesempatan kepada ibu untuk bercerita tentang pengalamannya selama kehamilan dan persalinan akan sangat membantu untuk beradaptasi pada fase ini.2. Taking hold
Fase taking hold dimulai sejak 2-4 hari setelah melahirkan. Pada fase ini, ibu mulai dapat melakukan aktivitas dan membuat keputusan sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Ibu akan mulai fokus pada bayinya daripada dirinya sendiri. Namun, meskipun kemandirian sudah dapat ditunjukkan, ibu tetap membutuhkan dukungan yang positif dalam mengasuh bayinya. Izinkan ibu untuk beradaptasi secara bertahap dengan peran barunya. Karena membuat keputusan terkait kesejahteraan buah hatinya, adalah bagian yang sulit dari menjadi seorang ibu.3. Letting Go
Fase letting go disebut juga fase pelepasan. Pada fase ini seorang wanita akan menerima peran barunya sebagai seorang ibu dan melepaskan peran lamanya. Pada fase ini, depresi postpartum rentan terjadi. Penyesuaian hubungan dengan pasangan sangat diperlukan untuk masa transisi ke fase ini.Komplikasi Psikologis Masa Nifas
Mayoritas wanita mengalami beberapa jenis gangguan suasana hati (mood) selama masa nifas. Biasanya gejala yang muncul bersifat ringan dan pendek. Namun, pada beberapa wanita, gejala yang umum ini dapat berkembang menjadi depresi atau kecemasan yang signifikan. Komplikasi psikologis pada masa nifas dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:1. Postpartum Blues
Studi telaah sistematis dan meta analisis menunjukkan bahwa postpartum blues terjadi pada 39% wanita pada beberapa minggu setelah persalinan. Mengingat betapa umumnya jenis gangguan suasana hati ini, mungkin lebih akurat jika menganggap perasaan sedih sebagai pengalaman normal setelah melahirkan daripada penyakit kejiwaan. Wanita yang mengalami postpartum blues tak hanya merasakan sedih. Namun juga mengalami perubahan suasana hati yang labil, gelisah, atau mudah tersinggung. Gejala ini biasanya memuncak pada hari keempat atau kelima setelah melahirkan dan dapat berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari. Gejala ini juga dapat menghilang secara spontan dalam waktu 2 minggu setelah melahirkan. Meskipun gejala ini tidak dapat diprediksi dan seringkali meresahkan, tetapi tidak mengganggu kemampuan wanita dan tidak memerlukan perawatan khusus. Apabila gangguan mood ini bertahan lebih dari 2 minggu dan berkembang secara signifikan, terutama pada wanita dengan riwayat depresi sebelumnya, maka evaluasi oleh profesional harus dilakukan.2. Postpartum Depression
Depresi postpartum biasanya muncul selama 2-3 bulan pertama setelah melahirkan, atau dapat muncul kapan saja. Gejala yang dapat muncul di antaranya yaitu:- Merasa tertekan atau sedih
- Sering menangis
- Kehilangan minat pada aktivitas yang biasa dilakukan
- Merasa bersalah
- Merasa tidak berharga atau tidak mampu
- Merasa kelelahan
- Gangguan tidur
- Perubahan nafsu makan
- Konsentrasi buruk
- Memiliki pikiran bunuh diri
