Apa itu Obat untuk Menurunkan Berat Badan?
Obat untuk menurunkan berat badan dikenal juga sebagai obat diet ada berbagai macam jenis. Mulai dari yang berisi bahan herbal, ada pula obat diet yang berisi zat aktif obat. Secara umum, obat ini bekerja mencegah penyerapan lemak, menurunkan nafsu makan, dan melancarkan buang air besar.Jenis-Jenis Obat untuk Menurunkan Berat Badan
Berikut ini adalah beberapa jenis obat pelangsing perut yang sering kali digunakan beserta efek sampingnya:1. Obat Penghambat Penyerapan Lemak
Obat untuk menurunkan berat badanbekerja dengan cara menghalangi tubuh untuk menyerap lemak dari makanan yang dikonsumsi. Hasilnya, lemak akan langsung dikeluarkan dari tubuh saat buang air besar sehingga berat badan dapat berkurang. Jenis obat penghambat penyerapan lemak yang umum dikonsumsi adalah orlistat. Obat penghambat penyerapan lemak juga bisa menimbulkan efek samping, seperti:- Sakit perut
- Tinja berminyak
- Buang angin berlebih
- Buang air besar lebih sering dari biasanya atau bahkan tidak dapat mengontrol keinginan buang air besar
2. Obat Penurun Nafsu Makan
Obat untuk menurunkan berat badan ini bekerja dengan cara menurunkan nafsu makan sekaligus memberikan efek kenyang lebih lama. Dengan begitu, berat badan akan menyusut dan perut pun mengecil. Salah satu contoh jenis obat ini adalah phentermine. Beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan, yaitu:- Mulut kering
- Gelisah
- Pusing
- Insomnia
- Muntah
- Diare
- Tremor
- Sesak napas
- Nyeri dada
- Jantung berdebar
- Tekanan darah meningkat
3. Obat Pencahar
Pada dasarnya, obat pencahar adalah obat untuk mengatasi sembelit. Obat ini menurunkan berat badan dengan cara meningkatkan frekuensi buang air besar dan menurunkan tingkat penyerapan kalori makanan dalam tubuh. Namun, pada kenyataannya, berat badan yang turun setelah mengonsumsi obat pencahar sebenarnya karena tubuh kehilangan air bukan kalori. Apabila kondisi ini terjadi terus-menerus, tubuh dapat mengalami dehidrasi dan gangguan elektrolit yang bisa berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, konsumsi obat konstipasi untuk menurunkan berat badan dalam jangka panjang turut menyebabkan gangguan kesehatan lainnya, mulai dari sembelit, diare, hingga kerusakan usus.Apakah Obat untuk Menurunkan Berat Badan Aman dan Efektif?
Obat-obatan penurun berat badan yang sesuai resep dan indikasi cenderung aman jika digunakan dengan tepat, teapi harus diimbangi dengan berolahraga dengan rutin dan menerapkan pola makan sehat. Pemakaian obat penurun berat badan biasanya baru disarankan oleh dokter apabila berbagai cara yang telah ditempuh tidak berhasil membantu mencapai berat badan ideal. Dokter juga dapat menyarankan konsumsi obat pelangsing untuk membantu menurunkan berat badan pada penderita kondisi medis khusus. Tidak disarankan untuk tidak mengonsumsi obat pelangsing tanpa pengawasan dokter karena bisa membahayakan kesehatan.Kriteria Orang yang perlu Obat untuk Menurunkan Berat Badan
Jika mengalami obesitas dan memiliki masalah kesehatan terkait berat badan, sebaiknya konsultasikan ke dokter mengenai perlu atau tidaknya penggunaan obat penurun berat badan. Sebagian orang dengan kondisi tertentu bisa saja disarankan menggunakan obat pelangsing perut dengan pengawasan dokter, seperti:- Indeks massa tubuh (IMT) 30 atau lebih besar
- IMT 27 atau lebih dan menderita penyakit diabetes tipe 2 atau tekanan darah tinggi
- Berat badan tidak turun 0,45 kg dalam seminggu setelah enam bulan rutin menjalani olahraga dan menjaga pola makan
