Apa Indikator Perut Buncit?
Seseorang dapat dikatakan memiliki perut buncit jika lingkar perutnya melebihi standar. Menurut Heart Fondation, ukuran lingkar perut merupakan indikator tingkat lemak internal yang melapisi jantung, ginjal, hati, organ pencernaan, dan pankreas. Perut yang buncit dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Untuk orang Asia, lingkar perut dikatakan normal dan memiliki risiko rendah terhadap penyakit jantung jika:- Laki-laki = di bawah 90 cm
- Perempuan = di bawah 80 cm
Apa Penyebab Kurus Tapi Perut Buncit?
1. Genetik, Gizi Masa Kanak-Kanak, dan Lingkungan
Faktor keturunan, gizi semasa di dalam kandungan, gizi masa pertumbuhan, dan lingkungan dapat berpengaruh pada komposisi tubuh kita saat dewasa.2. Kebiasaan Makan
Kebiasaan mengonsumsi makanan olahan, gula, dan lemak, dapat menyebabkan penumpukan lemak di perut yang menyebabkan perut buncit.3. Kurang Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga keseimbangan lemak tubuh. Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan penumpukan lemak terutama di bagian perut. Lakukan aktivitas fisik secara rutin agar pertumbuhan massa otot lebih optimal dan tidak terjadi penumpukan lemak yang dapat menyebabkan perut buncit.4. Kuantitas dan Kualitas Tidur
Selain aktivitas fisik, pola istirahat juga penting untuk kita perhatikan. Tidur cukup dan berkualitas, setidaknya 7 jam sehari, dapat membantu metabolisme tubuh sehingga mencegah perut buncit5. Stres
Beban kerja yang tinggi, tekanan emosional, trauma, dan masalah-masalah lain yang menyebabkan stres, berpengaruh pula pada kebiasaan makan kita. Jika stres tidak segera diatasi, maka tanpa sadar dapat menyebabkan munculnya kebiasaan makan yang tidak sehat dan menyebabkan perut buncitApa Dampaknya Jika Kurus tapi Perut Buncit?
Tubuh manusia terdiri dari tulang, lemak, air, massa otot, dan komponen-komponen lainnya. Pada mereka yang kurus tapi perut buncit, simpanan lemak di perut lebih banyak, sementara massa ototnya rendah. Perut buncit dikaitkan dengan banyaknya lemak visceral, yaitu lemak yang mengelilingi organ di dalam tubuh. Menurut studi, lemak visceral berhubungan dengan peradangan kronis dan berbagai masalah kesehatan seperti:- Penyakit jantung
- Diabetes
- Arthritis
- Alergi
- Metabolisme yang lambat
