Daftar isi
Anak yang gemuk dianggap sebagai anak yang sehat dan menggemaskan, padahal bahaya obesitas pada anak sangatlah banyak.
Berbagai studi telah mengkonfirmasi bahaya obesitas pada anak, serta telah dibuktikan bahwa bahaya obesitas pada anak ini menyebabkan dampak yang berbahaya pada kesehatan fisik dan kesehatan psikologis.
Menurut sebuah publikasi di Journal of Family Medicine and Primary Care, obesitas pada anak telah mencapai level epidemi di seluruh dunia, terutama pada negara berkembang.
Anak yang mengalami obesitas, umumnya akan menderita obesitas juga pada masa dewasa. Kemudian, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes, stroke, penyakit jantung, serta gangguan sendi.
Apa Saja Bahaya Obesitas Pada Anak?
1. Diabetes Melitus
Bahaya obesitas pada anak yang pertama adalah rentan untuk menderita diabetes melitus tipe 2. Penumpukan lemak pada tubuh telah banyak dikaitkan dengan diabetes melitus tipe 2.2. Kolesterol Tinggi dan Tekanan Darah Tinggi
Diet yang buruk dapat menyebabkan anak mengalami tekanan darah tinggi dan kolesterol. Kedua penyakit ini dapat menyebabkan lemak tertumpuk pada pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung serta stroke.3. Gangguan Sendi
Bahaya obesitas pada anak berikutnya adalah berat badan berlebih dapat memberikan gaya ekstra pada lutut dan pinggul. Obesitas pada anak dapat menyebabkan cedera dan trauma pada berbagai sendi penopang tubuh.Bisakah Anak Terkena Obesitas?
Berdasarkan publikasi di atas, obesitas pada anak bukan hanya mungkin terjadi, namun telah mengalami kenaikan hingga level epidemi. Bahaya obesitas pada anak juga yaitu dapat menyebabkan obesitas pada masa dewasa yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit berbahaya.Apa Itu Obesitas Pada Anak?
Mengetahui bahaya obesitas pada anak, tidak semudah mengetahui obesitas pada dewasa. Standar pengukuran status gizi antara orang dewasa dan anak dilihat dengan indikator yang berbeda. Jika pada orang dewasa melihat indeks massa tubuh, maka pada anak terdapat beberapa indikator penilaian yang dapat diukur. Menurut Kementerian Kesehatan antropometri adalah sebuah metode yang menilai ukuran, proporsi, dan komposisi tubuh manusia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan standar antropometri untuk mengetahui status gizi dan tren pertumbuhan anak. Antropometri anak diukur dengan empat indikator yaitu:- Berat badan menurut umur (BB/U)
- Panjang/tinggi badan menurut umur (PB/U) atau (TB/U)
- Berat badan menurut panjang/tinggi badan (BB/PB atau BB/TB)
- Indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U)
| Indeks | Kategori Status Gizi | Ambang batas (Z-score) |
| Indeks Masa Tubuh menurut umur (IMT/U) untuk anak usia 0-60 bulan | Gizi buruk | < - 3 SD |
| Gizi kurang | - 3 SD sd < - 2 SD | |
| Gizi baik | - 2 SD sd +1 SD | |
| Berisiko gizi lebih | > + 1 SD sd + 2 SD | |
| Gizi lebih | > + 2 SD sd + 3 SD | |
| Obesitas | > + 3 SD | |
| Indeks Masa Tubuh menurut umur (IMT/U) pada anak usia 5-18 tahun | Gizi buruk | < - 3 SD |
| Gizi kurang | - 3 SD sd < - 2 SD | |
| Gizi baik | - 2 SD sd +1 SD | |
| Gizi lebih | > +1 SD sd + 2 SD | |
| Obesitas | > + 2 SD |









