Apakah Pria Kurus Sulit Punya Anak?
Berat badan memengaruhi kesuburan pria apabila hasil perhitungan IMT (indeks massa tubuh) berada pada kategori di bawah normal. Pria dengan IMT tergolong kurus memiliki jumlah dan kualitas sperma yang lebih rendah daripada pria yang berat badannya masuk dalam kategori IMT normal. Untuk meningkatkan peluang kehamilan pasangan, pria harus memiliki sel-sel sperma yang sehat dan berkualitas. Kualitas sperma sendiri bisa dinilai salah satunya oleh kecepatan pergerakan (motilitas) sperma. Ini penting supaya di dalam tubuh wanita, sperma bisa segera menuju sel telur dan melakukan pembuahan. Selain itu, jumlah sperma yang cukup juga akan membantu agar pasangan cepat hamil. Sehingga bisa kita simpulkan bahwa pria kurus atau berat badan di bawah IMT bisa saja merupakan faktor risiko dari ketidaksuburan atau sulit punya anak. Akan tetapi perlu dikonfirmasi ke dokter untuk mengetahui apakah ada penyebab lain yang mungkin menyebabkan kamu sulit punya anak.Indikator IMT sebagai penentu status gizi
Indeks Massa Tubuh dapat menjadi penentu status gizi. Kamu sebaiknya mengukur dulu berapa IMT atau indeks massa tubuh. Untuk menghitung IMT, rumusnya adalah berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat. Kemudian hasil akhir tadi, diinterpretasikan ke dalam kategori di bawah ini:- - IMT <17,0 kg/m2 = Kurus tingkat berat
- - IMT ≤ 17,0-18,4 kg/m2= Kurus tingkat ringan
- - IMT 18,5 – 25,0 kg/m2 = Berat badan normal
- - IMT 25,1 – 27,0 kg/m2 = Kelebihan berat badan tingkat ringan
- - IMT > 27,0 kg/m2 = Kelebihan berat badan tingkat berat
