Dampak Stunting
Dampak yang timbul akibat kekurangan atau kelebihan zat gizi pada usia 0-2 tahun bersifat irreversible (tidak dapat diperbaiki). Hal ini dapat memengaruhi kualitas hidup jangka panjang seorang anak. Stunting akan berdampak pada perkembangan otak, kemampuan kognitif, dan prestasi sekolah anak di kemudian hari. Selain itu, stunting juga berhubungan dengan penurunan kemampuan oksidasi lemak sehingga dapat menyebabkan risiko obesitas dan penyakit-penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes mellitus tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.Bagaimana Prosedur Penanganan Stunting?
Stunting merupakan masalah kesehatan yang kompleks, oleh karena itu, dibutuhkan tatalaksana medis (penanganan stunting) sesuai kondisi, diantaranya yaitu:1. Tatalaksana Gizi, Aktivitas Fisik, dan Durasi Tidur
Tata laksana stunting dilakukan oleh dokter spesialis anak di fasilitas kesehatan tingkat lanjut yang meliputi tiga aspek yaitu:- Tata laksana gizi dengan pemberian makan yang benar dan energi cukup.
- Jadwal tidur teratur dengan waktu tidur malam mulai pukul 21.00, agar dapat mencapai deep sleep pada pukul 23.00-03.00.
- Melakukan olahraga/aktivitas fisik teratur paling tidak 30-60 menit, minimal 3-5 hari dalam seminggu.
