Sekilas tentang GMO
GMO, singkatan dari Genetically Modified Organism, adalah organisme yang telah mengalami perubahan DNA melalui proses rekayasa genetik. Organisme yang dapat diubah DNA-nya melalui rekayasa genetik ini adalah jamur, tumbuhan, hewan, ataupun bakteri. Pemanfaatan GMO banyak dilakukan di ranah pertanian dan peternakan. Makanan seperti kedelai, jagung, canola, dan padi adalah contoh yang sudah menerapkan prinsip GMO dalam praktek pertaniannya. Tahun 1990-an merupakan tahun awal maraknya GMO. Saat itu pula, GMO pertama kali diizinkan sebagai pangan konsumsi manusia di Amerika Serikat, tepatnya tahun 1994. Sejak saat itu, teknologi yang melibatkan GMO pun terus berkembang hingga saat ini. Tidak hanya di bidang pertanian saja, GMO sebenarnya juga memiliki peran di bidang lain seperti kedokteran dan manajemen lingkungan. Namun, di artikel ini hanya akan dibahas dalam lingkup pertanian dan pemanfaatannya sebagai makanan sehari-hari. Sekarang, GMO sudah menjadi salah satu langkah dalam pemenuhan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan untuk tahun 2030 (SDGs – Sustainable Development Goals). Beberapa tujuan yang ingin dicapai melalui GMO adalah:- Peniadaan kelaparan
- Kesehatan yang baik dan kesejahteraan
- Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi
- Konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab
- Menjaga ekosistem darat
Contoh Makanan GMO
Mayoritas, produk GMO dan non-GMO tidak memiliki perbedaan fisik secara mencolok. Bahkan, tidak dapat dibedakan sama sekali. Contoh produk GMO antara lain:- Semangka tanpa biji
- Padi yang tahan tumbuh di musim kemarau
- Padi emas (tinggi beta-karoten)
- Kedelai yang lebih tahan penyakit
- Kentang lebih tahan penyakit dan pestisida
- Canola lebih tahan penyakit dan pestisida
- Apel yang lebih tahan lama
- Nanas merah muda
