Pemantauan Detak Jantung Janin
Jantung merupakan organ vital yang sangat penting untuk dijaga kesehatannya. Khususnya pada janin, detak jantung janin merupakan hal yang wajib dipantau selama di dalam kandungan. Detak jantung janin sudah dapat dirasakan sejak janin berusia 10-12 minggu. Pemantauan detak jantung janin dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu:1. Pemantauan Eksternal
Pemantauan DJJ eksternal berarti pemeriksaan DJJ dilakukan melalui perut ibu. Pemeriksaan eksternal ini biasanya dilakukan dengan menggunakan doppler. Tenaga kesehatan juga dapat melakukan pemantauan melalui alat monitoring elektronik selama persalinan. Alat ini menggunakan sensor eksternal ke perut ibu melalui sabuk elastis atau elektroda yang menyerupai stiker bundar. Kemudian, informasi detak jantung dan kontraksi janin muncul di layar komputer yang terpasang.2. Pemantauan Internal
Pemantauan DJJ secara internal menggunakan kawat tipis dan elektroda yang ditempatkan melalui leher rahim dan melekat pada kulit kepala bayi. Teknik ini dapat dipertimbangkan hanya jika ketuban telah pecah dan serviks terbuka. Pemantauan internal memberikan hasil pembacaan yang lebih tepat dan tidak terpengaruh oleh gerakan bayi.Berapa Detak Jantung Janin yang Normal?
Tenaga kesehatan akan mengukur jumlah detak jantung janin per menit. Pengukuran ini membantu tenaga kesehatan untuk menentukan kesejahteraan janin selama proses kehamilan dan persalinan. Detak jantung janin yang normal berkisar antara 110-160 bpm (beats per minutes).Penyebab Detak Jantung Janin Tidak Normal
Detak jantung janin dapat berubah saat bayi aktif bergerak di dalam rahim ibu. Detak jantung janin yang tidak normal dapat mengindikasikan bayi tidak mendapatkan cukup oksigen atau adanya masalah lain di dalam rahim. Selain itu, detak jantung janin juga dapat berubah selama proses persalinan dipengaruhi oleh:- Kontraksi rahim
- Obat pereda nyeri (anestesi) saat tindakan operasi
- Tes yang dilakukan selama persalinan
- Dorongan mengejan yang dilakukan saat kala 2 persalinan
- Ibu yang obesitas
- Posisi janin atau ibu
- Cairan amnion atau air ketuban yang terlalu banyak (polihidramnion)
- Serviks tidak melebar atau kantung ketuban tidak pecah (untuk pemeriksaan internal)
