Mengenal Bantuan Hidup Dasar
Bantuan Hidup Dasar atau bisa disingkat BHD adalah pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti jantung dan henti napas. Bahasa Inggris untuk istiliah ini adalah Cardiopulmonary Resuscitation atau yang biasa disebut sebagai CPR. Memahami BHD penting sekali untuk semua orang, karena kondisi henti jantung dan henti napas dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Pelatihan BHD untuk masyarakat awam sekarang sudah mulai banyak dilakukan. Segera daftarkan diri pada kelas BHD terdekat agar dapat menyelamatkan nyawa orang di sekitar. Bagi yang belum mendapatkan kesempatan untuk belajar pada kelas BHD, artikel ini dapat disimak untuk mendapatkan gambaran mengenai cara melakukan BHD.Bagaimana Cara Memulai Pemberian Bantuan Hidup Dasar?
Biasanya BHD diberikan ketika ada seseorang yang tiba-tiba jatuh atau pingsan dan tidak sadarkan diri. Jika menemukan keadaan seperti ini, maka BHD harus dilakukan. Bagaimana langkah-langkah memberikan BHD? Berikut adalah cara melakukan BHD menurut American Red Cross.1. Amankan Diri dan Lingkungan Sekitar
Ketika mendapati orang yang pingsan, segera amankan terlebih dahulu lingkungan sekitar dan diri sendiri. Hilangkan bahaya yang dapat mengancam seperti api, bangunan roboh, pohon tumbang, atau jalan raya yang ramai. Pastikan Anda, lingkungan sekitar, dan orang yang pingsan berada dalam keadaan aman sebelum memberikan bantuan.2. Cek Kesadaran
Ketika lingkungan sudah aman, cek kesadaran orang yang pingsan tadi. Periksa apakah orang tersebut sadar dan apakah orang tersebut bernapas.3. Panggil Ambulans dan Bantuan
Jika orang tersebut sadar dan bernapas dengan baik, namun mengeluhkan sakit, segera panggil ambulan dan bantuan, kemudiandan temani orang tersebut sampai bantuan datang. Hal yang sama jika orang tersebut tidak sadar dan tidak bernapas atau bernapas tersenggal-senggal, segera hubungi ambulans, atau minta orang lain di sekitar untuk menelpon ambulans.4. Posisikan Kondisi Orang yang Akan Diberikan CPR
Posisikan orang yang pingsan tadi dalam keadaan terlentang di atas lapisan yang datar dan keras (misalkan lantai keramik).5. Berikan Kompresi Dada
Untuk melakukan kompresi dada, ada beberapa aturan yang harus dipahami, yaitu:- Posisikan tangan penolong di bagian tengah dada. Kedua tangan saling bertumpu, tangan yang dominan berada di bawah.
- Siku penolong dalam keadaan lurus dan terkunci (tidak bengkok). Ketika melakukan kompresi, tenaga kompresi berasal dari kedua bahu dan tangan.
- Berikan kompresi dada pada kedalaman 2 inchi
- Berikan kompresi dada dengan kecepatan 100-120 kali per menit
- Setiap melakukan kompresi, biarkan dada pasien kembali ke posisi normal (recoil) sebelum melakukan kompresi selanjutnya.
6. Berikan Bantuan Napas (Opsional)
Memberikan bantuan napas adalah sesuatu yang opsional, terutama pada pasien yang tidak kita kenal. Bantuan napas lewat mulut dapat menularkan penyakit dari pasien ke penolong. Oleh karena itu bantuan napas hanya direkomendasikan jika dilakukan dengan alat, atau penolong mengenal baik pasien yang pingsan. Jika penolong khawatir akan penularan penyakit, lanjutkan BHD dengan cara kompresi dada saja sampai ambulans datang. Cara melakukan bantuan napas adalah sebagai berikut:- Lakukan pembukaan jalan napas. Dilakukan dengan teknik head tilt-chin lift. Yaitu dorong kepala ke bawah, dan dorong dagu ke atas sehingga jalan napas terbuka
- Setelah itu berikan bantuan napas dari mulut ke mulut selama 1 detik, pastikan dada pasien terangkat, dan biarkan udara keluar sebelum memberikan napas selanjutnya
- Bantuan napas diberikan 2 kali setiap 30 kali kompresi dada
