Apa Itu HPL?
HPL adalah singkatan dari hari perkiraan lahir. Waktu perkiraan lahirnya bayi ini sangat penting sebagai acuan persiapan ibu menjelang persalinan. Selain itu, HPL juga bermanfaat untuk:- Mengetahui antenatal care yang sesuai dengan usia kehamilan serta kebutuhan ibu dan janin
- Mengetahui terapi yang tepat sesuai usia kehamilan, misalnya pemberian steroid untuk pematangan paru janin, terapi aspirin pada ibu dengan riwayat preeklamsia, dll.
Bagaimana Cara Menghitung HPL pada Kehamilan Alami?
Rata-rata kehamilan berlangsung selama 280 hari sejak hari pertama haid terakhir (HPHT), atau 266 hari setelah pembuahan terjadi. HPHT ini merupakan indikator terbaik untuk menentukan hari perkiraan lahir. Hari perkiraan lahir (HPL) dapat dihitung melalui dua cara, yaitu:1. Riwayat Klinis
a. Rumus Naegele
Rumus ini merupakan metode perhitungan HPL yang diturunkan dari seorang dokter kandungan asal Jerman. Cara menghitung HPL dengan rumus ini yaitu: HPHT + 7 hari - 3 bulan Contohnya, jika HPHT-mu adalah 15 Maret 2024, tambahkan 7 angka pada perhitungan hari (15+7 = 22). Kemudian kurangi 3 angka pada perhitungan bulan (Maret-3 bulan = Desember). Sehingga didapatkan HPL pada 22 Desember 2024. Sayangnya, rumus ini memiliki beberapa kekurangan.- Pertama, beberapa wanita mungkin tidak ingat kapan HPHT mereka
- Kedua, metode ini mengasumsikan siklus menstruasi wanita tepat 28 hari dan ovulas terjadi pada hari ke 14, tanpa mempertimbangkan siklus yang lebih pendek atau lebih panjang.
- Ketiga, terdapat variasi durasi antara waktu pembuahan dengan implantasi blastokista (menempelnya bakal janin di dinding rahim)
